Rabu, 16 Juni 2010

Kiat Memotret Saat Berwisata

Menurut survei asosiasi pembuat kamera Jepang tahun 2004, alasan terbesar orang membeli kamera adalah untuk menemani bepergian. Fotografi memang teman utama dalam dunia wisata karena dengan sebuah foto, banyak hal bisa didapat.

Bagi sang turis, itu adalah bukti bahwa dia sudah sampai di tempat-tempat indah. Sementara bagi sebuah negara, fotografi adalah sarana untuk menarik kedatangan turis ke wilayah yang dimilikinya. Devisa yang didatangkan dari sektor wisata sungguh besar.

Namun, walau tampaknya mudah, memotret saat berdarmawisata kadang malah bisa menjadi hal yang merepotkan. Juga, kalau dikerjakan seadanya tanpa bekal pengetahuan yang cukup, bisa-bisa tempat yang indah malah tampak kumuh di foto yang dihasilkan.

Dalam berdarmawisata, janganlah membawa perlengkapan kamera terlalu banyak karena itu akan malah merepotkan. Selain berat, ketidakringkasan barang bawaan akan membuat banyak kesalahan-kesalahan tidak perlu.

Dua lensa cukup

Secara umum, dalam berdarmawisata, sebagian besar foto kita akan dihasilkan cahaya siang yang terang benderang. Maka, sesungguhnya tidaklah terlalu perlu membawa lensa-lensa dengan bukaan 2,8 atau lebih besar lagi. Lensa-lensa dengan bukaan terbesar 3,5 atau 4 sudah cukup.

Banyak orang yang sangat fanatik dengan mutu, lalu memilih membawa lensa-lensa cepat (bukaannya besar) yang berat. Pengalaman membuktikan, orang yang membawa lensa-lensa berat mendapatkan foto yang lebih bagus. Namun, jumlah fotonya sangat sedikit dengan pilihan terbatas pula.

Selain kamera DSLR, kamera saku juga tidak bisa diabaikan kepraktisannya. Pilihan antara memakai kamera saku dan kamera DSLR adalah pilihan antara bepergian menyenangkan sambil membawa foto-foto penuh kenangan atau bepergian dengan fokus utama mendapatkan foto.

Dalam bepergian sebaiknya membawa lensa cukup dua buah dan keduanya zoom. lensa yang paling sering menempel di kamera adalah lensa rentang sekitar 18-55 milimeter atau yang setara, misalnya 17-40 atau 12-60. ini adalah rentang yang akan paling sering dipakai.

Lensa kedua, yang sebaiknya dipasang di kantung lensa yang tersangkut di ikat pinggang agar mudah dijangkau, dianjurkan punya rentang 70-200 milimeter atau 70-300.

Kalau masih mencadangkan memotret di ruang sangat sempit (dan ini jarang sekali), bolehlah di dalam tas ada lensa tambahan super-lebar, misalnya 8 mm atau lensa mata ikan lain.

Hal utama dalam foto wisata adalah berfoto dengan latar belakang sebuah bangunan terkenal.

Jangan malas

Hal terpenting lain dalam berwisata adalah kenyataan ini, walau ini adalah saat bersantai, bukan berarti harus melulu bermalas-malasan. Bangunlah sepagi mungkin dan jangan tidur pada sore hari.

Pagi dan senja hari adalah saat terbaik untuk memotret pemandangan alam. Pada pagi hari udara masih bersih, langit belum terlalu berawan, dan warna cahaya yang ada hangat kekuningan. Lakukan survei kecil-kecilan untuk menemukan tempat terbaik itu.

Last but not least adalah kenyataan bahwa adegan-adegan bagus sering muncul tak terduga. Itu sebabnya kamera harus selalu dalam genggaman dan lensa yang terpasang adalah lensa dengan rentang yang paling sering dipakai itu.

Secara umum, fotografi saat berdarmawisata tidaklah berbeda dengan fotografi yang lain. Pembeda utama adalah kamera kita lebih mudah mengalami kerusakan yang, antara lain, datang dari ancaman air laut, kabut, atau benturan dengan batu.

Terlalu berhati-hati dalam membawa kamera membuat kita sulit mendapatkan gambar yang baik. Tetapi, terlalu gegabah juga akan menghentikan peluang kita mendapatkan gambar kenangan. maka, Andalah yang bisa mengatur sendiri bagaimana kamera yang sudah dibeli dengan harga mahal bisa sungguh-sungguh berguna. Mudah-mudahan bermanfaat...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar