Sabtu, 04 September 2010

Foto apa yang bagus?

Kadang mungkin Anda bertanya, apa sih yang membuat sebuah foto itu bagus? ini pertanyaan yang sangat sulit dijawab. Setiap orang memiliki ide atau kriteria masing-masing dalam menilai apakah sebuah foto dianggap bagus atau jelek.

Pada dasarnya, foto dianggap baik apabila memiliki kualitas teknis yang baik, seperti apakah foto tersebut cahayanya baik, cukup terang atau tidak terlalu gelap, apakah subjek foto itu kabur atau tajam, apakah komposisi foto sesuai dengan situasi yang ada.
Tapi kualitas teknis jauh dari cukup, sebenarnya, kualitas teknik terkadang tidak sepenting hal-hal dibawah ini:
Hubungan antara foto dan permirsa: Bila sebuah foto memiliki suatu ikatan atau hubungan antara seorang dengan yang lain, maka foto tersebut dianggap bagus. Misalnya, foto waktu kecil, atau foto pernikahan menurut kebanyakan orang adalah foto yang bagus karena ada ikatan emosi antara pemirsa dan foto tersebut.
Proses: Dalam mengambilan foto, kadang prosesnya yang membuat foto itu bermakna lebih dari foto itu sendiri. Contohnya foto perang di garis depan atau foto di tempat-tempat sulit seperti gunung Everest, foto dibulan dan sebagainya. Proses mendapatkan foto inilah yang lebih dihargai daripada teknis belaka.
Emosi dan Aksi: Ada foto yang bisa membangkitkan emosi permirsa, dan juga membuat pemirsa ingin melakukan sesuatu. Foto jenis ini sering di dapati di koran-koran atau majalah, seperti foto korban bencana perang, alam dan lain-lain.
Dan mungkin masih banyak lagi yang lain yang termasuk kategori bagus. Menurut saya, kita tetap perlu belajar fotografi secara teknis, kemudian meningkatkannya dengan memperhatikan relevansinya terhadap pemirsa, proses dan kekuatan emosi yang terdapat dalam foto tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar