Sabtu, 04 September 2010

Fotografi Pernikahaan

Fotografi pernikahan merupakan sesuatu yang cukup penting untuk sebagian besar orang, karena pernikahaan adalah suatu “rite of passage” atau gerbang menuju hidup baru. Maka dari itu pasangan yang akan menikah sebaiknya memikirkan hal ini baik-baik. Momen yang telah lewat, tidak dapat diulang lagi.

Maka dari itu, sebaiknya memilih fotografer yang mampu dan berpengalaman daripada fotografer jadi-jadian. Seseorang yang memiliki peralatan fotografi canggih, belum tentu dapat menghasilkan karya baik. Banyak elemen dalam fotografi pernikahaan ini yang mungkin mengejutkan fotografer yang kurang pengalaman.

Fotografi pernikahan itu berlangsung cukup lama, biasanya tidak kurang dari delapan jam. Dan biasanya jadwalnya sangat padat. Ini sangat menguras energi fotografer dan asisten. Selain itu, fotografer juga harus memilki sistem kerja. Tanpa sistem kerja yang baik, maka bila terjadi sesuatu hal seperti kamera gagal berfungsi, maka fotografer menjadi panik dan banyak momen foto yang terlewatkan.

Dalam memilih fotografer pernikahan, perlu dilihat gaya dari fotografer tersebut. Ada beberapa gaya yang populer, antara lain:

Gaya fotojurnalistik / candid / reportase
Gaya fotojurnalistik adalah gaya dimana fotografer mengabadikan momen-momen tanpa mengganggu jalannya pernikahan. Fotografi jenis ini menangkap emosi seperti kegembiraan, keharuan, dan lain-lain. Fotografer tidak mengatur pose dari kedua mempelai maupun keluarga dan tamu. Foto diambil apa adanya.

Sepuluh duapuluh tahun yang lalu, gaya ini tidak populer dan hanya segelintir orang yang menyukai gaya ini. Hal ini dimungkinkan karena orang saat itu “jaga image” dan selalu ingin terlihat cantik. Tapi beberapa tahun terakhir ini, gaya fotojurnalisme/candid menjadi cukup populer sampai fotografer yang tidak bergaya inipun ikut-ikutan mengiklankan diri sebagai fotografer candid.

Fotografer candid itu cukup sulit, karena diperlukan kejelian dan kecepatan yang tinggi. Karena tidak bisa memerintahkan subjek foto untuk berpose, maka bila momennya lewat, maka tidak akan bisa terulang kembali. Selain itu juga diperlukan kesabaran ekstra dalam menunggu momen yang pas.

Meski demikian, hasil foto gaya ini diakui banyak orang memiliki artistik yang lebih tinggi, dan juga bila dieksekusi secara benar, fotografer akan bisa menangkap intisari dan mampu menceritakan apa-apa yang terjadi dalam acara pernikahan tersebut. Berbeda dengan gaya lain, hasil fotojurnalistik ini memiliki kesan klasik dan “timeless.”

Gaya tradisional
Gaya tradisional adalah gaya dimana tujuan utama fotografer adalah mengambil gambar semua orang yang hadir. Biasanya fotografer bersifat sangat direktif yaitu meminta subjek fotonya untuk berpose sesuai keinginan fotografer tersebut.Foto gaya tradisional sangat diminati oleh satu generasi yang lampau karena mereka ingin mengetahui siapa-siapa saja yang hadir dalam pernikahan, dan ingin selalu tampil sempurna di atas foto. Karena itu, foto-foto gaya tradisional terkesan tidak alami.

Fotografer gaya ini biasanya memiliki kepintaran interpersonal (hubungan antar manusia) yang baik, sehingga bisa berinteraksi dengan klien dengan baik. Selain itu, peralatan fotografi yang dipakai juga cukup rumit dan besar, misalnya mengunakan tripod, beberapa lampu kilat dan juga penyangganya.

Gaya Kombinasi (Dokumentari)
Gaya ini adalah perpaduan antara gaya tradisional dan gaya fotojurnalisme. Tujuan fotografer dalam adalah meliput acara pernikahan secara detil, baik elemen-elemen pernikahaan seperti dekorasi bunga, makanan, dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Fotografer juga mengabadikan momen-momen candid tapi tidak se fokus dan se alami yang ditangkap oleh fotografer candid. Berbeda dengan gaya candid, fotografer dengan gaya ini banyak memberikan instruksi kepada subjek fotografinya untuk berpose atau melakukan sesuatu aktifitas.

Gaya ini cukup populer dan menjadi kompromi bagi pasangan yang ingin memiliki foto bergaya tradisional/formal maupun fotojurnalistik. Fotografer bergaya ini memerlukan kemampuan interpersonal yang tinggi dan juga kreatifitas diatas rata-rata.

Memilih fotografer pernikahan yang ideal memang kompleks, tapi bila Anda mencari dan memeriksa karya-karya calon fotografer pernikahan Anda dengan teliti, maka Anda akan menemukan yang pas dengan selera dan anggaran Anda.

thank to info fotografi

-free Download Video now..--

Peralatan minimal untuk fotografi pernikahan

Fotografi pernikahan dan prewed memang tidak pernah sepi, tapi sekarang makin popular di kalangan orang Indonesia. Hal ini salah satunya dari perkembangan fotografi digital, yang memungkinkan penyuntingan foto dengan mudah dan berbagi foto melalui media internet sangat mudah dan efisien.

Fenomena inilah yang membuat minat fotografer untuk menekuni foto pernikahan dan pranikah (prewed). Untuk fotografi ini, mungkin Anda bertanya-tanya, apa kira-kira alat yang dibutuhkan?

KAMERA

Minimalnya, Anda memerlukan kamera digital SLR, kenapa bukan kamera saku atau superzoom? karena kamera digital SLR dapat menghasilkan gambar yang lebih baik dan juga auto fokusnya jauh lebih cepat dan akurat. Selain itu, kamera DSLR dengan lensa lebar dapat menghasilkan foto yang bagaikan di dunia fantasi. Lalu jenis kamera mana yang baik? kamera DSLR yang memiliki harga sekitar lima sampai enam jutaan cukup baik. Kalau dana terbatas, lebih baik prioritaskan lensa dan alat-alat lainnya.

LENSA

Biasanya, saat membeli kamera digital SLR, Anda juga otomatis membeli lensa dalam satu paket. Kebanyakan paket tersebut adalah lensa standar zoom. Lensa ini bukan yang terbaik, tapi cukup baik untuk digunakan. Anda juga perlu satu lensa lagi yang memiliki bukaan besar, seperti lensa 50mm atau 85mm. Lensa ini akan Anda pakai untuk foto potret pengantin atau di ruang yang gelap.

LAMPU

Lampu kilat adalah wajib, terutama untuk foto di dalam ruangan. Lampu kilat berkisar antara dua sampai lima juta Rupiah. Memang ada fotografer yang tidak memakai lampu kilat, tapi untuk memakai gaya ini memerlukan alat fotografi yang berat. Belilah lampu kilat yang bisa diputar kepalanya, sehingga Anda bisa mengarahkan lampu.

LAIN-LAIN

Jangan lupa batere tambahan, terutama bila Anda memotret dari pagi sampai malam. Juga siapkan kartu memori yang memadai. Untuk seharian, minimal dibutuhkan antara 20-40 GB.

Itulah alat-alat fotografi minimal yang diperlukan untuk fotografi pernikahan. Lalu, apabila Anda dibayar sebagai profesional, Anda harus mempertimbangkan untuk membeli atau menyewa kamera dan lampu kilat tambahan, untuk menjaga-jaga apabila kamera rusak mendadak. Semoga sukses!

-free Download Video now..--

Download Video About Wedding Photography

Trick Bikin Album Wedding lebih indah dan menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar