Sabtu, 04 September 2010

Kembali ke dasar

Karena perkembangan teknologi kamera digital yang semakin maju, bahkan mungkin benar apa yang di klaim Ken Rockwell, sehingga saat dia perlu mengubah setting kameranya dari foto studio ke foto anak, dia harus menekan tidak kurang dari dua puluh tombol. Jaman dulu, tidak ada menu-menuan, yang ada hanya ada dua setting, bukaan dan shutter speed. ISO / ASA sudah ada di filmnya dan tidak bisa diubah kecuali diganti filmnya.

Sekilas, majunya teknologi kamera, memudahkan fotografer untuk konsentrasi dalam mengambil foto, tapi kebanyakan fitur malah menjadi membingungkan. Mode Automatic seperti Auto ISO, Aperture priority, metering mode dan lain lain juga membuat pengambilan gambar menjadi mudah. Tapi kalau dipikir lagi, bila kamera menentukan setting secara otomatis, pertanyaan yang kemudian muncul adalah yang mengambil foto sebenarnya fotografernya atau kameranya?

Perkembangan sensor dan prosesor kamera memungkinkan pengambilan gambar yang baik pada ISO tinggi dan teknologi Image Stabilization, juga mengakibatkan kita menjadi malas terutama dalam melatih diri dalam menggenggam kamera secara steady. Dulu di kelas fotografi, ada latihan khusus bagaimana menggenggam kamera bila kita hendak mengambil gambar dengan kecepatan dibawah 1/30. Tapi sekarang sudah banyak yang tidak mengetahui teknik tersebut.Fotografer sekarang juga jarang yang mau memakai tripod karena alasan berat dan merepotkan. Padahal dengan tripod, kita bisa mengambil foto dengan ISO 100 dan masalah noise itu tidak relevan lagi. Dengan kata lain, dengan mengunakan kamera yang canggih dapat menurunkan disiplin fotografer.Sering saya dengar pendapat orang-orang bahwa kamera terbaik adalah kamera yang pas dengan tangan. Memang tidak dipungkiri kalau memang kameranya pas ditangan, acara mengambil foto lebih menyenangkan. Tapi masalahnya, hal ini dijadikan alasan untuk tidak mengambil foto bila kamera yang dipunyai tidak nyaman ditangan. Fokus utama harusnya tetaplah motivasi dalam mengambil foto dari dalam diri, bukan tergantung dari nyaman tidak nyamannya kamera atau peralatan fotografi. Bila kita mempelajari disiplin fotografi dengan baik, kita bisa menghemat dengan mengunakan kamera yang tidak begitu canggih, tapi hasilnya sebaik kamera yang canggih. Dan bahkan dapat menghasilkan foto yang jauh lebih baik daripada fotografer yang mengunakan kamera canggih, tapi tidak disiplin. by info fotografi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar