Sabtu, 04 September 2010

Merangkul keterbatasan

Saya pertama kali mengetahui konsep ini dari buku Rework oleh 37 Signal, sebuah perusahaan software, dan saya rasa ada relevansinya dengan fotografi.

Konsepnya kurang lebih begini: “Keterbatasan adalah hal yang baik

Sering kali kita mengeluh, bahwa peralatan fotografi kita kurang bagus. Cuma punya kamera saku atau kamera film yang sudah usang, lensa kita kurang lengkap, ga ada uang untuk pergi ke luar negeri, dan lain lain.

Bila dilihat dari sisi positifnya, keterbatasan bisa membuat kita berpikir lebih kreatif, dan malah ilmu fotografi kita bisa berkembang jauh lebih pesat.

Bayangkan bila kita memiliki banyak lensa dan kamera, belum apa-apa kita sudah bingung mau memilih apa yang harus dibawa. Akhirnya kita membawa semua peralatan fotografi kita tentunya dengan tas besar. Sampai di lokasi kita kecapean karena beban yang kita pikul.

Setelah itu, kita bingung, mau memilih kamera dan lensa apa yang harus digunakan. Akhirnya kita jadi stres, hasil foto gak maksimal, bahu rasanya mau copot.

Apabila sejak awal kita membatasi diri dengan hanya membawa satu kamera dan satu lensa saja (apapun lensanya), maka kita akan lebih menikmati hari kita dan juga foto kita tentu lebih banyak yang baik. Kita juga akan belajar lebih banyak karena keterbatasan kamera dan lensa yang kita bawa, memaksa kita harus lebih kreatif.

Lalu banyak juga yang mungkin merasa kecil hati karena tidak memiliki uang atau kesempatan untuk ke luar negeri untuk foto-foto. Foto pemandangan atau potret di luar negeri dianggap lebih bagus daripada dalam negeri atau dalam kota. Pemikiran semacam ini sebenarnya membuat kita kurang berkembang.

Saat kita ingin keluar negeri untuk foto-foto, orang asing malah sibuk ingin datang ke daerah kita. Mengapa kita gak membuat keterbatasan ini sebagai kesempatan untuk membuat foto yang lebih menarik di dekat tempat tinggal kita? Misalnya mencoba hal-hal kreatif seperti mengambil sudut pandang yang berbeda dari pada yang lain atau membuat foto panorama atau hitam putih.

Keterbatasan sering merupakan keuntungan yang terselubung. Di saat kita terlalu banyak pilihan, malah kita tidak boleh ragu membatasinya untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar