Sabtu, 04 September 2010

Tipe Fotografer biar keliatan professional

Sudah merupakan sifat alami manusia untuk memilah-milah dan mengkategorikan mahkluk hidup, benda mati dan sebagainya tidak terkecuali fotografer. Dalam dunia fotografi internasional dikenal beberapa istilah atau jenis fotografer menurut saya.

Amatir (Amateur)
Fotografer amatir adalah fotografer yang mencintai (passionate about) fotografi. Fotografer amatir tidak dibayar untuk berkarya, tapi karya mereka sering lebih baik daripada yang dibayar. Fotografer amatir sebagian besar tidak mendapat pendidikan fotografi secara formal. Mereka mendapatkan pengetahuan fotografi secara informal seperti dari teman, buku, internet dan sebagainya.

Profesional
Fotografer profesional adalah fotografer yang dibayar untuk melakukan tugas tertentu (assignment). Pekerjaan utama fotografer ini adalah fotografi. Tugas-tugas fotografer profesional antara lain seperti iklan, fashion, potret, produk atau event seperti pernikahan, ulang tahun dan sebagainya.

Banyak anggapan bahwa karya fotografer profesional pasti baik, tapi hal ini tidak tentu benar, karena karya fotografer dipengaruhi oleh keinginan pelanggan atau klien. Fotografer profesional juga tidak tentu memakai peralatan fotografi yang termahal. Mereka sangat mempertimbangkan ROI (return of investment). Apakah pembelian alat baru dapat meningkatkan daya saing atau penghasilan mereka? Bila tidak, mereka akan tetap mengunakan peralatan fotografi yang telah mereka miliki.

Teknikal
Fotografer ini lebih fokus di dalam mendokumentasi foto apa adanya daripada nilai seni. Contohnya adalah foto astronomi misalnya bulan, bintang, etc, foto makro / close up benda-benda kecil seperti barang-barang antik, batu mineral, kereta api dan sebagainya.

Casual / sehari-hari
Ini termasuk semua orang yang memiliki kamera dan mendokumentasikan momen dalam bentuk foto. Fotografer casual tidak memiliki pendidikan formal/informal tentang fotografi, contohnya seperti ibu yang mengambil foto anaknya. Atau seorang remaja mengambil foto temannya. Sebagian besar fotografer casual mengunakan kamera saku atau telepon selular.

Bukan fotografer
Orang yang bukan fotografer adalah orang yang tidak memiliki kamera atau alat untuk merekam gambar, atau orang yang memiliki kamera, tapi tidak pernah/hampir tidak pernah mengunakannya untuk mengambil foto dengan tujuan artistik maupun komunikasi. Mereka biasanya lebih tertarik untuk mengkoleksi alat fotografi atau melakukan pengukuran alat fotografi dan membandingkannya dengan alat fotografi lainnya.

Inilah empat kategori utama yang saya piker mewakili komunitas fotografi saat ini. Bila Anda memiliki tambahan, silahkan menambahkan atau memberikan pandangan.

Terkadang saya suka heran mengapa banyak fotografer amatir atau bahkan pemula ingin terlihat seperti fotografer profesional. Saya sendiri lebih suka tampil low profile atau sesuai dengan keadaan, misalnya kalau di acara pernikahaan, saya akan pakai jas dan celana sopan, bila memotret acara kampus, saya akan pakai baju biasa seperti mahasiswa lainnya. Tujuannya biar tidak banyak mata menuju pada saya sehingga orang disekitar saya tidak melulu memperhatikan saya atau terganggu karena kehadiran saya.

Tapi mungkin Anda berpendapat lain. Mungkin Anda ingin tampil beda atau ingin dikenali sebagai fotografer pro sehingga orang segan pada Anda atau untuk menarik orang untuk menjadi klien Anda. Oleh sebab itu, ada beberapa saran supaya Anda terlihat seperti fotografer profesional.

  • Pakai kamera yang besar lalu pasang battery grip dibawahnya sehingga kamera terlihat lebih besar. Kalau perlu bawa dua kamera atau lebih.
  • Pakai lensa telephoto zoom yang panjang, lalu sering keker-keker dan mainkan zoom atau fokusnya.
  • Pakai jas khusus fotografer yang berkantong banyak.
  • Bawa tripod yang besar dan panjang
  • Bawa buku catatan kecil dan pena, kemudian kadang-kadang mencatat-catat sesuatu. Ini akan membuat orang berpikir, wah serius juga fotografernya.

Dengan mempraktekkan ide-ide diatas ini, semoga Anda terlihat lebih profesional, tapi jangan sampai overdosis seperti dibawah ini:

IMHO, tergantung di “dunia” mana anda berada. dalam sisi fotografi komersial, professional appearance itu kadang penting untuk client..sisi profesionalitas yang di lihat di sini bukan dari aspek alat aja. dari cara komunikasi, preparation, dan hindari “junk” shot.

itu yang saya belajar dari client2 sebelum nya.. hehehe..tambahin ini deh
“gunakan istilah fotografi saat berbicara dengan teman anda yang baru belajar foto layaknya seorang profesional. Seperti bracketing, etc.” > tambah satu : “pasang identitas merek/brand usaha anda, entah berupa brodiran,stiker atau apapun yg menunjukkan anda memang “akan memulai”/”memang” di bisnis fotografi”
> maaf ya, ini IMHO : Artikel diatas lebih pas kalo judulnya “Tunjukkan Kalau Anda adalah Fotografer Profesional”, asumsinya punya peralatan seperti diatas,blm termasuk tas dan flash, rasanya terlalu “mahal” kalau kita cuma sekedar “seperti fotografer profesional”, sy lebih suka mengatakan profesional adl org yg siap dibayar atas kemampuannya….salam by
info fotografi

2 komentar:

  1. trimakasih... artikel anda sangat membantu saya untuk semakin memahami dunia fotografi

    BalasHapus
  2. saya mahu berguru dengan saudara

    BalasHapus