Sabtu, 04 September 2010

Tips menyusun portofolio fotografi

Beberapa bulan yang lalu, saya mendapatkan pertanyaan, bagaimana cara menyusun portofolio fotografi, dan hari ini saya ingin membahasnya lebih terperinci.

Portofolio seharusnya adalah representasi dari karya terbaik Anda. Portofolio pada umumnya berisi foto-foto yang paling disukai dan menggambarkan jenis dan gaya fotografi Anda dengan jelas.

Portfolio tidak perlu berisi banyak foto. Bila terlalu banyak, apalagi tercampur dengan foto-foto yang biasa-biasa saja, calon klien, bos atau sekolah akan menganggap karya Anda tidak konsisten dan merupakan fotografer biasa-biasa saja. Selain itu semakin banyak foto semakin besar kemungkinan gagal dalam meninggalkan kesan yang mendalam. Oleh sebab itu, portfolio yang baik cukup berisi kurang lebih 12-30 foto.

Foto-foto yang ditampilkan juga sebaiknya merupakan jenis foto yang Anda paling sukai, contohnya bila Anda menyukai foto model atau potret, maka portfolio Anda seharusnya adalah foto potret bukan foto satwa atau foto lain lainnya.

Apabila Anda memang memiliki minat lebih dari satu jenis fotografi, dan Anda sangat mahir di keduanya, misalnya foto pernikahan dan foto model, maka siapkan dua kategori portofolio, jangan dicampur aduk.

Saat sekarang ini, meskipun banyak fotografer menampilkan portfolionya lewat website berupa galeri foto atau slideshow, portfolio yang berisi foto yang dicetak tetap lebih baik. Website cukup berguna, tapi jangan hanya mengandalkan website saja.

Kualitas cetak dan kemasan portofolio Anda juga harus di perhatikan. Cetaklah foto dengan kualitas kertas yang baik, jangan mengandalkan printer pribadi atau lab foto yang biasa mencetak foto untuk umum. Carilah lab foto berkualitas profesional yang bisa dipercaya. Lalu jangan pula asal memasukkan foto-foto ke dalam map. Tapi bikin kemasan yang kreatif dan sesuai dengan visi Anda. Bila Anda tidak menghargai karya Anda sendiri, bagaimana mengharapkan orang lain untuk menghargai karya Anda.

Kemasan portofolio Anda akan memberikan suatu sinyal penting berapa tingkat kreatifitas dan tingkat perhatian Anda terhadap detil. Bila Anda menemui kesulitan, Anda bisa meminta bantuan desainer komunikasi visual / grafis untuk membantu Anda.

Demikian tips tips saya tentang cara menyusun portofolio, semoga bermanfaat.

Situs yang berguna:

No Plastic Sleeves: Ide-ide menyusun kemasan portfolio

Tidak ada komentar:

Posting Komentar